Apa Itu MPASI? Pengertian, Tujuan, dan Hal yang Perlu Bunda Siapkan

Apa itu MPASI: piring dan sendok makan bayi
Foto utama oleh Carrie Allen di Unsplash

Begitu si Kecil mendekati usia 6 bulan, pertanyaan apa itu MPASI mulai sering muncul di obrolan keluarga, grup WhatsApp, sampai media sosial. Ada yang bilang harus mulai bubur saring, ada yang bilang langsung finger food, ada juga yang menyarankan buah dulu.

Wajar kalau Bunda jadi bingung. Karena itu, sebelum masuk ke resep atau jadwal, ada baiknya kita mundur satu langkah dan pahami dulu: apa itu MPASI sebenarnya, kenapa si Kecil membutuhkannya, dan apa tujuan akhirnya.


Apa Itu MPASI?

MPASI adalah singkatan dari Makanan Pendamping ASI, yaitu makanan yang mulai diberikan saat anak berusia 6 bulan.

Seperti namanya, MPASI bukan pengganti ASI. Ia mendampingi ASI. Si Kecil tetap menyusu, hanya saja sekarang ada tambahan makanan dari luar.

Menurut WHO, pada usia 6 bulan kebutuhan energi dan nutrisi bayi mulai melebihi apa yang bisa disediakan oleh ASI saja. Di sinilah MPASI berperan untuk menutup selisihnya.

MPASI juga merupakan masa transisi, dari asupan yang berbasis susu menuju makanan semi padat, lalu pelan-pelan ke makanan keluarga. Masa transisi ini berlangsung kira-kira dari usia 6 sampai 23 bulan.


Kenapa Bayi Perlu MPASI?

Seiring bertambah usia, si Kecil tumbuh makin besar dan makin aktif. Kebutuhan energinya pun naik. Di usia 0-6 bulan, kebutuhan energi bayi bisa 100% terpenuhi oleh ASI. Tapi sejak 6 bulan, ASI saja sudah tidak mencukupi kebutuhan zat gizi makro dan mikronya.

Selisih antara kebutuhan dan apa yang bisa dipenuhi ASI ini disebut kesenjangan energi. Semakin bertambah usia, kesenjangannya semakin besar. Kalau tidak ditutup dengan MPASI, bayi berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Ada juga zat gizi yang cadangannya mulai menipis di usia 6 bulan, salah satunya zat besi. ASI hanya bisa memenuhi sebagian kecil kebutuhan zat besi bayi 6-12 bulan, sehingga sebagian besar harus datang dari MPASI. Bunda bisa baca lebih lanjut di artikel zat besi untuk bayi.


Tujuan MPASI: Bukan Sekadar Kenyang

Banyak Bunda yang mengira tujuan MPASI hanya membuat bayi kenyang. Padahal, tujuan utamanya lebih dari itu.

Tujuan akhir MPASI adalah anak mampu makan berbagai makanan sehat bersama keluarga.

Untuk sampai ke sana, ada beberapa hal yang dilatih selama masa MPASI:

  1. Mencukupi kebutuhan gizi yang tidak lagi bisa dipenuhi ASI saja.
  2. Melatih kemampuan mengunyah dan menelan. Makan adalah keterampilan yang dipelajari, bukan bawaan lahir.
  3. Mengenalkan rasa dan tekstur secara bertahap, dari bubur halus sampai makanan keluarga.
  4. Membangun kebiasaan makan yang baik, seperti makan di jam yang teratur dan duduk di kursi makan.

Itulah kenapa dalam prosesnya Bunda perlu memahami tahapan tekstur MPASI dan kapan harus naik tekstur.


Kapan MPASI Dimulai?

WHO, IDAI, dan AAP sama-sama merekomendasikan MPASI dimulai saat bayi berusia 6 bulan.

Selain usia, perhatikan juga tanda kesiapan si Kecil, misalnya kontrol kepalanya sudah baik, bisa duduk dengan sedikit bantuan, dan mulai tertarik pada makanan yang dimakan orang lain. Daftar lengkapnya ada di artikel tanda bayi siap MPASI.

Memulai terlalu cepat atau terlalu lambat sama-sama ada risikonya. Pembahasannya bisa Bunda baca di risiko MPASI dini dan MPASI terlambat.


Prinsip Dasar MPASI yang Perlu Bunda Pegang

Apa itu MPASI: mangkuk dan sendok kayu berisi makanan
Foto oleh Seyene Otu di Unsplash

WHO dan IDAI merangkum MPASI yang baik ke dalam 4 syarat:

  • Tepat waktu: diberikan saat ASI saja sudah tidak cukup, yaitu usia 6 bulan.
  • Adekuat: isinya lengkap dan seimbang, dari karbohidrat, protein hewani, lemak, sampai sayur dan buah.
  • Aman dan higienis: disiapkan, dimasak, dan disimpan dengan cara yang bersih.
  • Responsif: diberikan sesuai sinyal lapar dan kenyang si Kecil, tanpa paksaan.

Keempat syarat ini dibahas satu per satu di artikel panduan MPASI WHO dan IDAI.


Berapa Banyak MPASI di Awal?

Di usia 6-8 bulan, sekitar 70% kebutuhan energi si Kecil masih dipenuhi oleh ASI, dan hanya sekitar 30% dari MPASI. Jadi porsi di awal memang kecil, mulai dari 2-3 sendok makan setiap kali makan.

Rincian takaran dan cara menaikkannya ada di artikel porsi MPASI 6 bulan.


Yang Perlu Disiapkan Sebelum Hari Pertama

Supaya hari pertama MPASI tidak terasa panik, Bunda bisa menyiapkan beberapa hal ini:

  • Jadwal makan. Tentukan jam makan yang kira-kira sama setiap hari. Contohnya ada di jadwal makan bayi 6 bulan.
  • Alat makan yang sesuai. Kursi makan, mangkuk, dan sendok yang aman untuk bayi.
  • Menu pertama yang lengkap gizinya. Tidak harus rumit. Contohnya ada di resep MPASI 6 bulan.
  • Mental yang tenang. Hari pertama MPASI hampir tidak pernah berjalan sempurna, dan itu normal.

Ingin Mulai MPASI dengan Lebih Yakin?

Memahami apa itu MPASI adalah langkah pertama. Setelah ini masih ada pertanyaan lanjutan: kapan tepatnya mulai, berapa porsinya, bagaimana menyimpannya, kapan naik tekstur, dan apa yang harus dilakukan kalau si Kecil menolak makan.

Semua itu dirangkum dalam MPASI Basic, kelas video singkat dari Papatalks yang membahas 7 hal dasar MPASI: waktu yang tepat memulai MPASI, cara memantau pertumbuhan, menyimpan MPASI, porsi makan, naik tekstur, mengatasi GTM, dan feeding rules. Materinya mengacu pada panduan WHO dan IDAI, dan bisa ditonton kapan saja.

👉 Lihat isi kelas MPASI Basic


FAQ

Apa kepanjangan MPASI?

MPASI adalah singkatan dari Makanan Pendamping ASI, yaitu makanan yang mulai diberikan saat bayi berusia 6 bulan untuk melengkapi ASI.

Apakah ASI dihentikan setelah MPASI?

Tidak, Bunda. ASI tetap diberikan sampai usia 2 tahun. Di awal MPASI, sebagian besar energi si Kecil justru masih berasal dari ASI.

Apa tujuan utama MPASI?

Tujuan akhirnya adalah si Kecil mampu makan berbagai makanan sehat bersama keluarga, sambil kebutuhan gizinya tetap terpenuhi selama masa transisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is Protected !!