Jadwal Makan Bayi 6 Bulan: Contoh dari IDAI dan Cara Menerapkannya

Foto utama oleh Jakub Żerdzicki di Unsplash

Setelah MPASI dimulai, pertanyaan berikutnya biasanya soal jadwal makan bayi 6 bulan: “Jam berapa si Kecil harus makan? Kapan menyusunya? Snack-nya kapan?”

Jadwal makan yang teratur ternyata punya peran besar, Bunda. Bukan cuma supaya rapi, tapi juga supaya bayi lebih siap menerima makanan dan risiko GTM berkurang. Berikut contoh jadwal makan bayi 6 bulan yang direkomendasikan IDAI dan cara menerapkannya di rumah.


Kenapa Jadwal Makan Itu Penting?

Di usia sekitar 6 bulan, pola tidur bayi mulai berubah. Beberapa bayi yang tadinya tidur siang 3-4 kali mulai beralih menjadi 2 kali. Kebanyakan bayi di usia ini butuh 12-15 jam tidur sehari, dengan tidur siang sekitar 1-3 jam.

Perubahan ini jadi momen yang pas untuk mulai membentuk pola makan. Kalau jam makannya sama setiap hari:

  • Tubuh si Kecil lebih “siap” dan lapar di jam makan.
  • Bunda lebih mudah merencanakan masak dan menyimpan MPASI.
  • Risiko GTM berkurang karena si Kecil tidak terus-terusan kenyang camilan atau susu.

Contoh Jadwal Makan Bayi Rekomendasi IDAI

JamKegiatan
06.00ASI
08.00Makan pagi
10.00Makanan selingan (camilan)
12.00Makan siang
14.00ASI
16.00Makanan selingan (camilan)
18.00Makan malam
21.00ASI
02.00ASI (bila perlu)

Di antara jam-jam di atas, ASI tetap boleh diberikan, baik pagi, siang, sore, malam saat akan tidur, maupun saat si Kecil sedang tidur.

Jadwal untuk usia 6-8 bulan, 9-11 bulan, dan 12-24 bulan sebenarnya relatif sama. Yang membedakan hanya jumlah makanan dan teksturnya.


Untuk Bayi yang Baru Mulai MPASI

Di usia 6-8 bulan, frekuensi MPASI yang dianjurkan adalah 2-3 kali sehari. Jadi di minggu-minggu awal, Bunda tidak harus langsung mengisi semua jam makan di tabel.

Cara yang bisa dicoba:

  1. Minggu awal: pilih 2 jam makan utama, misalnya 08.00 dan 12.00 atau 08.00 dan 18.00.
  2. Setelah si Kecil terbiasa: tambahkan jadi 3 kali makan utama.
  3. Camilan: mulai dikenalkan di sela jam makan, misalnya puree buah. Ide camilannya ada di camilan MPASI.

Porsi di awal masih kecil, mulai dari 2-3 sendok makan. Takarannya ada di artikel porsi MPASI 6 bulan.

Bubur oat dengan pisang untuk jadwal makan bayi 6 bulan
Foto oleh Lex Sirikiat di Unsplash

Tips Supaya Si Kecil Lapar di Jam Makan

Salah satu tips yang cukup manjur adalah mengkondisikan bayi untuk lapar. Contohnya:

  • Tawarkan makan setelah si Kecil bangun dari tidur yang cukup lama. Biasanya ia lapar di momen ini.
  • Beri jeda yang cukup antara menyusu atau camilan dengan jam makan utama.
  • Jangan tawarkan camilan saat jam makan utama, kecuali minum.
  • Hindari memberi makan menjelang tidur, karena bayi yang mengantuk cenderung menolak dan lebih rewel.

Kombinasikan jadwal ini dengan feeding rules: waktu makan maksimal 30 menit, tanpa distraksi, dan tanpa paksaan. Pembahasannya ada di feeding rules MPASI.


Jadwal Itu Fleksibel, yang Penting Konsisten

Jadwal IDAI di atas bersifat fleksibel, Bunda. Kalau di rumah si Kecil biasa bangun jam 07.00, jam-jam berikutnya bisa digeser menyesuaikan.

Yang terpenting adalah jamnya diusahakan sama setiap hari. Dengan begitu bayi lebih siap menerima makanan, dan risiko GTM pun berkurang. Kalau GTM tetap terjadi, langkah-langkahnya ada di cara mengatasi GTM.


Contoh Penyesuaian untuk Ibu Bekerja

Kalau Bunda bekerja dan si Kecil diasuh orang lain di siang hari, jadwal tetap bisa jalan:

  • Masak sekali untuk 3 porsi, lalu bagi ke tiga wadah: pagi, siang, malam.
  • Beri tahu pengasuh jam makan dan cara menghangatkannya.
  • Siapkan camilan untuk jeda antar waktu makan.

Tips lengkapnya ada di MPASI untuk ibu bekerja.


Jadwal Rapi, Tapi Masih Ragu Soal yang Lain?

Jadwal hanyalah satu bagian dari MPASI yang lancar. Masih ada porsi, tekstur, cara menyimpan, dan feeding rules yang saling berkaitan.

Semua itu dirangkum di kelas MPASI Basic dari Papatalks dalam 7 materi video singkat: waktu MPASI, pantau pertumbuhan, menyimpan MPASI, porsi makan, naik tekstur, mengatasi GTM, dan feeding rules. Di halaman kelasnya juga tercantum bonus materi seperti printable Weekly Meal Planner.

👉 Lihat isi kelas MPASI Basic


FAQ

Berapa kali bayi 6 bulan makan dalam sehari?

MPASI diberikan 2-3 kali sehari di usia 6-8 bulan. ASI tetap diberikan di sela jam makan.

Jam berapa sebaiknya bayi makan pagi?

Menurut contoh jadwal IDAI, makan pagi sekitar pukul 08.00, setelah menyusu pukul 06.00. Jam ini bisa digeser sesuai kebiasaan bangun si Kecil.

Apakah jadwal makan harus sama persis setiap hari?

Usahakan jamnya sama setiap hari supaya bayi lebih siap makan. Pergeseran sedikit tidak masalah.

Porsi MPASI 6 Bulan: Berapa Sendok di Hari Pertama, Bunda?

Foto utama oleh Melina Bronca di Unsplash

Hari pertama MPASI biasanya jadi hari yang paling bikin deg-degan. Bubur sudah siap, sendok sudah di tangan, lalu muncul pertanyaan yang sama di kepala hampir semua Bunda: porsi MPASI 6 bulan segini cukup nggak ya?

Wajar kok, Bunda. Banyak ibu baru bingung menentukan porsi MPASI 6 bulan. Takut terlalu sedikit sampai berat badan si Kecil seret, tapi juga takut terlalu banyak sampai ia tersedak atau malah trauma makan.

Kabar baiknya, porsi MPASI sudah ada patokannya dari WHO dan IDAI. Di artikel ini kita bahas pelan-pelan: berapa sendok di hari pertama, kapan porsinya dinaikkan, seperti apa jadwal makannya, dan apa yang harus Bunda lakukan kalau makanannya tidak habis.

Kalau si Kecil baru akan mulai, Bunda bisa baca dulu apa itu MPASI dan tanda bayi siap MPASI, serta kenapa usia 6 bulan jadi patokan di artikel MPASI dini dan MPASI terlambat.


Kenapa Porsi MPASI 6 Bulan Masih Sedikit?

Sebelum masuk ke angka, ada satu hal yang perlu Bunda pahami dulu supaya tidak panik: di usia 6 bulan, sebagian besar kebutuhan energi si Kecil masih dipenuhi oleh ASI.

Menurut panduan MPASI WHO dan IDAI, perbandingan sumber kalori bayi kurang lebih seperti ini:

  • Usia 6-8 bulan: 70% dari ASI, 30% dari MPASI
  • Usia 9-11 bulan: 50% dari ASI, 50% dari MPASI
  • Usia 12-23 bulan: 30% dari ASI, 70% dari MPASI

Jadi di awal MPASI, energi yang perlu dipenuhi dari makanan hanya sekitar 200 kkal per hari. Angka ini naik menjadi sekitar 300 kkal di usia 9-11 bulan, lalu 550 kkal di usia 12-24 bulan.

Artinya, tidak perlu khawatir kalau si Kecil baru makan sedikit. Ini normal karena ia memang baru belajar makan. Kemampuan mengunyah dan menelannya juga masih berkembang.


Porsi MPASI 6 Bulan Menurut WHO

Porsi MPASI 6 bulan berupa bubur kental dalam mangkok kecil
Foto oleh Charles Chen di Unsplash

Berikut panduan porsi untuk anak usia 6-8 bulan yang bisa Bunda jadikan acuan:

Hari Pertama: Mulai dari 2-3 Sendok Makan

Mulailah dengan 2-3 sendok makan MPASI setiap kali makan. Ya, hanya segitu. Di tahap ini tujuannya bukan membuat si Kecil kenyang, tapi mengenalkan rasa dan tekstur makanan untuk pertama kalinya.

Berikan dengan tekstur puree yang dihaluskan dan disaring, yaitu bubur kental yang lembut dan mudah ditelan.

Minggu Berikutnya: Naik Perlahan Sampai ½ Mangkok

Setelah si Kecil mulai terbiasa, tambahkan porsinya sedikit demi sedikit sampai setengah mangkok ukuran 250 ml (sekitar 125 ml) setiap kali makan.

Tidak ada aturan harus naik berapa sendok per hari. Ikuti saja kemauan dan kesiapan si Kecil. Kalau hari ini ia antusias, porsinya bisa sedikit ditambah. Kalau besok ia hanya mau sedikit, tidak apa-apa.

Frekuensi: 2-3 Kali Sehari

Di usia 6-8 bulan, MPASI diberikan 2-3 kali sehari. Di antara jam makan, ASI tetap diberikan seperti biasa.

Usia 7-8 Bulan: Teksturnya Mulai Naik

Porsi di usia 7-8 bulan masih di kisaran yang sama, tapi teksturnya mulai naik. Dari puree ke mashed (dilumatkan hingga halus) di usia 7 bulan, lalu ke minced (cincang halus) di usia 8 bulan. Di usia ini gigi depan biasanya mulai tumbuh dan si Kecil mulai belajar mengunyah.


Tabel Porsi MPASI Sesuai Umur

Supaya lebih mudah diingat, ini ringkasan porsi MPASI dari usia 6 sampai 24 bulan (mangkok ukuran 250 ml):

UsiaPorsi sekali makanFrekuensiTeksturEnergi dari MPASI
6-8 bulanMulai 2-3 sdm, naik bertahap sampai ½ mangkok2-3x sehariPuree saring, lalu lumat±200 kkal/hari
9-11 bulan½ mangkok3-4x sehari + camilan 1-2xCincang halus atau kasar, finger food±300 kkal/hari
12-24 bulan¾ sampai 1 mangkok3-4x sehari + camilan 1-2xMakanan keluarga±550 kkal/hari

Sumber: panduan WHO dan IDAI, Peraturan Menteri Kesehatan No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi.

Ingat ya Bunda, angka di atas adalah patokan, bukan target yang harus dicapai setiap kali makan. Kebutuhan tiap anak bisa berbeda tergantung usia, berat badan, jenis kelamin, dan aktivitasnya.


Contoh Jadwal Makan Bayi 6 Bulan

Porsi yang pas akan lebih mudah tercapai kalau jadwal makannya teratur. Berikut contoh jadwal makan yang direkomendasikan IDAI:

JamKegiatan
06.00ASI
08.00Makan pagi
10.00Makanan selingan
12.00Makan siang
14.00ASI
16.00Makanan selingan
18.00Makan malam
21.00ASI
02.00ASI (bila perlu)

Untuk bayi yang baru mulai MPASI 2-3 kali sehari, Bunda bisa memilih 2-3 jam makan utama dulu dari jadwal di atas. Jadwal ini fleksibel, bisa disesuaikan dengan kondisi di rumah. Yang terpenting, usahakan jamnya sama setiap hari. Bayi jadi lebih siap menerima makanan, dan risiko GTM pun berkurang. Cara menerapkannya di rumah ada di artikel jadwal makan bayi 6 bulan.

Satu tips yang cukup manjur: tawarkan makanan saat si Kecil lapar, misalnya setelah bangun dari tidur yang lama.


Bukan Cuma Banyaknya, Isi Mangkoknya Juga Penting

Bahan MPASI menu lengkap untuk porsi MPASI 6 bulan
Foto oleh THLT LCX di Unsplash

Porsi yang sudah sesuai belum tentu cukup gizinya kalau isinya kurang lengkap. Karena porsinya masih kecil, setiap suapan perlu “padat gizi”.

MPASI yang adekuat sebaiknya berisi:

  • Karbohidrat, seperti nasi, kentang, atau umbi.
  • Protein hewani, seperti hati ayam, daging, ikan, atau telur. Protein hewani jadi prioritas karena kaya zat besi, yang cadangannya di tubuh bayi mulai menipis di usia 6 bulan.
  • Lemak tambahan, misalnya dari minyak, santan, atau mentega. Lemak membantu memenuhi kebutuhan energi tanpa harus menambah porsi terlalu banyak.
  • Sayur dan buah.

Inilah alasan banyak ahli sekarang menyarankan MPASI menu lengkap sejak awal, bukan hanya buah atau sayur saja.


Kenali Tanda Si Kecil Sudah Kenyang

Ini bagian yang sering terlewat: jangan paksa si Kecil menghabiskan makanannya, walaupun porsinya belum sampai patokan.

Perhatikan tanda-tanda ia sudah kenyang atau tidak mau makan lagi, seperti:

  • Menggelengkan kepala atau memalingkan wajah
  • Menutup mulut rapat-rapat
  • Memuntahkan atau melepeh makanan
  • Menangis saat disuapi

Kalau tanda ini muncul, tawarkan kembali makanannya secara netral, tanpa membujuk atau memaksa. Paksaan justru bisa mengganggu konsentrasi makan dan membuat si Kecil tidak suka waktu makan. Cara memberi makan yang mengikuti sinyal lapar dan kenyang anak ini disebut responsive feeding.


Kalau Porsinya Belum Habis, Harus Bagaimana?

Tenang dulu, Bunda. Ada beberapa cara supaya kebutuhan si Kecil tetap terpenuhi tanpa harus memaksa:

  1. Tambah frekuensi, kurangi porsi. Daripada memaksa satu porsi besar, berikan porsi lebih kecil tapi lebih sering.
  2. Berikan camilan sehat di antara jadwal makan utama.
  3. Batasi waktu makan maksimal 30 menit. Kalau lewat dari itu, sudahi dan tawarkan lagi di jadwal berikutnya.
  4. Jauhkan distraksi seperti mainan, televisi, dan gadget saat makan.
  5. Hindari memberi susu formula berlebihan saat anak tidak mau makan, karena bisa membuatnya selalu kenyang dan makin sulit mengenal pola makan yang benar.

Kalau penolakan makan terjadi berhari-hari, bisa jadi si Kecil sedang GTM. Penanganannya ada langkah-langkahnya sendiri.


Kesalahan Porsi yang Sering Terjadi di Awal MPASI

Dari banyak cerita Bunda, ini beberapa kesalahan yang paling sering terjadi:

  • Langsung memberi porsi besar di hari pertama karena takut anak kurang makan.
  • Membandingkan porsi dengan anak lain. Setiap anak punya kebutuhan dan kesiapan yang berbeda.
  • Hanya fokus pada jumlah sendok, padahal isi menunya kurang protein hewani dan lemak.
  • Menaikkan porsi tanpa menaikkan tekstur sesuai usia, padahal keterlambatan naik tekstur bisa berpengaruh pada kemampuan oral motor anak.
  • Memaksa makanan harus habis. Ini yang paling sering jadi awal drama makan.

Ingin Belajar MPASI dari Awal Tanpa Bingung?

Kalau setelah membaca ini Bunda masih merasa ragu, wajar sekali. Porsi hanyalah satu bagian dari MPASI. Masih ada jadwal, tekstur, cara menyimpan, sampai cara menghadapi si Kecil yang tiba-tiba menolak makan.

Papatalks merangkum semuanya dalam MPASI Basic, kelas video singkat yang membahas 7 hal dasar sebelum dan selama MPASI: waktu yang tepat memulai MPASI, cara memantau pertumbuhan, menyimpan MPASI, porsi makan, naik tekstur, mengatasi GTM, dan feeding rules. Materinya disusun berdasarkan panduan WHO dan IDAI, dan bisa ditonton ulang kapan saja, termasuk saat si Kecil sedang tidur.

👉 Lihat isi kelas MPASI Basic di sini


FAQ

Berapa sendok porsi MPASI 6 bulan di hari pertama?

Mulai dari 2-3 sendok makan setiap kali makan, dengan tekstur puree yang disaring. Setelah itu porsinya dinaikkan perlahan sesuai kemauan si Kecil.

Berapa ml porsi MPASI 6 bulan?

Porsinya dinaikkan bertahap sampai setengah mangkok ukuran 250 ml, atau sekitar 125 ml setiap kali makan.

Berapa kali sehari bayi 6 bulan makan MPASI?

2-3 kali sehari. ASI tetap diberikan di antara jam makan, karena di usia ini sekitar 70% kebutuhan energinya masih dari ASI.

Bayi 6 bulan makannya sedikit, apakah normal?

Normal, Bunda. Energi yang dibutuhkan dari MPASI di usia 6-8 bulan baru sekitar 200 kkal per hari, dan si Kecil masih belajar makan. Pastikan saja isi menunya lengkap dan jadwal makannya teratur, lalu pantau berat badannya secara rutin.

error: Content is Protected !!