Panduan MPASI WHO dan IDAI: 4 Syarat MPASI yang Benar

Foto utama oleh Karina B. di Unsplash

Informasi MPASI di internet jumlahnya luar biasa banyak. Saking banyaknya, sering kali saling bertentangan. Satu sumber bilang A, sumber lain bilang B, termasuk soal panduan MPASI WHO.

Supaya tidak bingung, Bunda bisa kembali ke acuan yang paling umum dipakai tenaga kesehatan: panduan MPASI WHO dan IDAI. Panduan ini merangkum MPASI yang baik ke dalam 4 strategi atau syarat: tepat waktu, adekuat, aman dan higienis, serta responsif.

Kalau Bunda baru mulai mengenal MPASI, baca dulu apa itu MPASI. Setelah itu, yuk kita bahas satu per satu dan lihat cara menerapkannya di rumah.


1. Tepat Waktu

Tepat waktu artinya MPASI diberikan ketika ASI saja sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan bayi.

Di usia 0-6 bulan, kebutuhan energi bayi bisa 100% dipenuhi ASI. Sejak usia 6 bulan, muncul kesenjangan energi yang tidak bisa lagi ditutup oleh ASI saja, dan kesenjangan ini makin besar seiring bertambah usia. Karena itu WHO, IDAI, dan AAP merekomendasikan MPASI dimulai di usia 6 bulan.

Terlalu cepat bisa membuat saluran cerna bekerja terlalu keras. Terlalu lambat bisa membuat kebutuhan gizi tidak terpenuhi. Lengkapnya di artikel MPASI dini dan MPASI terlambat.


2. Adekuat

Adekuat artinya MPASI mengandung zat gizi yang lengkap dan seimbang, memenuhi kebutuhan makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (vitamin dan mineral).

Kecukupannya bisa dilihat dari 4 hal: jumlah, frekuensi, konsistensi atau tekstur, dan variasi makanan.

UsiaFrekuensiTeksturEnergi dari MPASI
6-8 bulan2-3x sehariSaring (puree) dan lumat (mashed)±200 kkal/hari
9-11 bulan3-4x sehariCincang halus, cincang kasar, finger food±300 kkal/hari
12-24 bulan3-4x sehariMakanan keluarga±550 kkal/hari

Secara kualitas, MPASI adekuat harus berisi:

  • Karbohidrat sebagai sumber energi, seperti nasi, kentang, atau umbi.
  • Protein, terutama protein hewani, sekitar 10-15% dari total kalori MPASI.
  • Lemak, sekitar 30-45% dari total kalori MPASI.
  • Sayur dan buah, dikenalkan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak karena seratnya bisa menghambat penyerapan zat gizi lain.

Satu zat gizi yang sangat diperhatikan adalah zat besi. Kebutuhannya di usia 6-12 bulan sekitar 7-11 mg per hari, dan sebagian besarnya harus dari MPASI. Selengkapnya di zat besi untuk bayi.

Sayuran hijau dan oranye untuk MPASI adekuat sesuai panduan MPASI WHO
Foto oleh Mike Von di Unsplash

3. Aman dan Higienis

Proses persiapan, memasak, dan penyajian MPASI harus memakai cara, bahan, dan alat yang aman serta bersih. Prinsip dasarnya:

  1. Jaga kebersihan tangan, alat, dan tempat memasak.
  2. Pisahkan bahan mentah dan makanan yang sudah matang.
  3. Masak makanan sampai matang.
  4. Simpan makanan pada suhu yang dianjurkan. Jangan biarkan di suhu ruang lebih dari 2 jam.
  5. Gunakan air bersih untuk memasak.

Bahan seperti daging, ikan, telur, dan sayur perlu disimpan di kulkas bersuhu di bawah 5°C. Cara lengkapnya ada di cara menyimpan MPASI dan cara menghangatkan MPASI.


4. Responsif

Responsif artinya MPASI diberikan secara konsisten sesuai sinyal lapar dan kenyang si Kecil. Awalnya Bunda yang menyuapi sambil berinteraksi, lalu seiring bertambah usia, si Kecil didorong untuk makan sendiri.

Dalam praktiknya:

  • Buat jadwal teratur: 3 kali makan utama dan 2 kali camilan.
  • Waktu makan tidak lebih dari 30 menit.
  • Hindari menawarkan camilan saat jam makan utama.
  • Ciptakan suasana menyenangkan, tanpa paksaan.
  • Jauhkan mainan, televisi, dan gadget saat makan.
  • Jangan jadikan makanan sebagai hadiah atau ancaman.
  • Kalau si Kecil menolak, tawarkan kembali secara netral tanpa membujuk atau memaksa.

Pembahasan lengkapnya ada di responsive feeding dan feeding rules MPASI.


Contoh Penerapan Panduan MPASI WHO dalam Sehari

Supaya lebih kebayang, begini gambaran MPASI yang memenuhi 4 syarat tadi untuk bayi 7 bulan:

  • Tepat waktu: sudah dimulai sejak usia 6 bulan.
  • Adekuat: menunya bubur saring berisi nasi, ikan atau hati ayam, sayur, dan minyak sebagai lemak tambahan. Contoh resepnya di resep MPASI 6 bulan.
  • Aman: dimasak matang, disimpan per porsi di kulkas, dihangatkan satu kali saja.
  • Responsif: diberikan di jam yang sama setiap hari sesuai jadwal makan bayi 6 bulan, berhenti saat si Kecil menunjukkan tanda kenyang.

Belajar MPASI dari Acuan yang Jelas

Kalau Bunda lelah memilah informasi MPASI yang saling bertentangan, belajar dari satu sumber yang runtut bisa sangat membantu.

Kelas MPASI Basic dari Papatalks disusun mengacu pada panduan WHO dan IDAI. Isinya 7 materi dasar: waktu MPASI, pantau pertumbuhan, menyimpan MPASI, porsi makan, naik tekstur, mengatasi GTM, dan feeding rules. Formatnya video singkat yang bisa ditonton ulang.

👉 Lihat isi kelas MPASI Basic


FAQ

Apa 4 syarat MPASI menurut WHO?

Tepat waktu, adekuat, aman dan higienis, serta responsif.

Apa arti MPASI adekuat?

MPASI yang gizinya lengkap dan seimbang, dilihat dari jumlah, frekuensi, tekstur, dan variasinya, serta berisi karbohidrat, protein hewani, lemak, sayur dan buah.

Berapa lama waktu makan bayi yang dianjurkan?

Tidak lebih dari 30 menit setiap kali makan.

error: Content is Protected !!