Piring sudah siap, sendok sudah di depan mulut, tapi bibir si Kecil terkunci rapat. Kepala menoleh ke kiri, ke kanan, lalu tangan mendorong sendok menjauh. Kalau sudah begini, Bunda perlu tahu cara mengatasi GTM yang tepat.
Selamat datang di fase GTM (Gerakan Tutup Mulut). Wajar kalau Bunda cemas, apalagi kalau berat badannya ikut tidak naik. Kabar baiknya, GTM bisa diatasi. Kuncinya adalah memahami penyebabnya dulu sebelum mencoba berbagai cara mengatasi GTM.
Kenapa GTM Perlu Diatasi?
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa anak di periode emas, yaitu dua tahun pertama kehidupan, sangat membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang untuk menunjang tumbuh kembangnya. GTM yang berlangsung lama bisa membuat asupan gizi tidak terpenuhi, dan dalam jangka panjang berisiko pada masalah serius seperti stunting. Lihat cegah stunting dengan MPASI.
Penyebab GTM pada Anak
GTM tidak muncul tanpa alasan. Beberapa penyebabnya:
- Si Kecil sedang sakit atau tumbuh gigi.
- Hipersensitif terhadap makanan tertentu.
- Bosan dengan menu yang itu-itu saja.
- Tidak lapar, misalnya karena camilan atau susu terlalu dekat dengan jam makan.
- Trauma, baik terhadap makanan tertentu maupun proses makan itu sendiri, misalnya karena pernah dipaksa.
Temuan IDAI: Praktik Makan yang Kurang Tepat
Menurut penelitian multisenter IDAI, penyebab tersering GTM adalah inappropriate feeding practice, yaitu perilaku makan yang tidak benar atau pemberian makan yang tidak sesuai usia. Sering kali ini sudah terjadi sejak awal MPASI.
Pemberian makan yang benar memperhatikan: tepat waktu, kuantitas dan kualitas makanan, kebersihan penyiapan dan penyajian, serta sesuai tahapan perkembangan anak, termasuk tekstur makanan dan perbandingan makanan padat dan cair.
Respons yang Justru Memperburuk GTM
Karena panik, orang tua sering jadi permisif. Misalnya:
- Membiarkan si Kecil hanya makan biskuit favoritnya.
- Memberi susu sebagai pengganti makan.
- Menuruti makanan cepat saji kesukaannya terus-menerus.
- Sibuk mencari vitamin penambah nafsu makan.
- Mengajak keliling kompleks atau makan sambil bermain.
Cara-cara ini mungkin membuat si Kecil mau menelan beberapa suap hari itu, tapi tidak menyelesaikan akar masalahnya.

7 Cara Mengatasi GTM yang Bisa Bunda Coba
1. Berikan Porsi yang Sesuai
Hindari porsi berlebihan dan memaksa si Kecil menghabiskannya. Berikan secukupnya sesuai kemampuan makannya. Patokan porsinya ada di porsi MPASI 6 bulan dan porsi makan anak 1 tahun.
2. Jauhkan Gadget saat Makan
Hindari distraksi apa pun: televisi, gadget, atau mainan. Biarkan si Kecil fokus pada makanannya, supaya ia tahu kapan waktunya bermain dan kapan waktunya makan. Bunda dan Ayah juga perlu memberi contoh, misalnya tidak memegang ponsel saat makan bersama.
3. Buat Suasana Makan Menyenangkan
Jangan memaksa dan jangan memarahi saat si Kecil menolak. Tawarkan kembali beberapa saat kemudian. Ajak makan bersama di meja makan sambil mengobrol ringan. Makan bersama juga mempererat ikatan orang tua dan anak.
4. Batasi Camilan
Camilan tetap dianjurkan di sela waktu makan, tapi pilih yang bergizi seperti buah, yogurt, atau roti, dan berikan secukupnya. Camilan berlebihan membuat si Kecil masih kenyang saat jam makan tiba. Lihat camilan MPASI.
5. Jangan Memberi Makan Menjelang Tidur
Anak yang mengantuk cenderung menolak makan dan jadi lebih rewel. Kalau ia sudah mengantuk tapi belum makan, berikan camilan supaya perutnya tidak terlalu lapar.
6. Buat Jadwal Makan yang Teratur
Jam makan yang konsisten setiap hari membuat si Kecil tahu kapan waktu makan pagi, siang, dan malam. Tubuhnya pun terbiasa lapar di jam-jam tersebut. Contoh jadwalnya ada di jadwal makan bayi 6 bulan.
7. Variasikan Menu
Menu yang beragam, baik bahan, rasa, warna, maupun teksturnya, membantu mengatasi rasa bosan. Ide menunya ada di menu makan anak 1 tahun dan meal plan MPASI.
Cek Juga Tekstur dan Cara Menyuapi
Tekstur yang tidak sesuai usia, misalnya terlalu lama di bubur halus, juga bisa membuat si Kecil malas makan atau mengemut. Lihat tahapan tekstur MPASI dan anak mengemut makanan.
Cara menyuapi juga berpengaruh. Responsive feeding mengajarkan Bunda membaca tanda lapar dan kenyang si Kecil, bukan memaksanya. Bahasannya di responsive feeding dan feeding rules MPASI.
Kapan Perlu ke Dokter?
Kalau GTM berlangsung lama dan berat badan si Kecil tidak naik atau malah turun, konsultasikan ke dokter anak. Cara memantaunya ada di berat badan bayi seret.
Hadapi GTM dengan Strategi, Bukan Panik
GTM adalah fase yang dialami banyak anak. Dengan memahami penyebabnya dan menerapkan aturan makan yang konsisten, sebagian besar kasus bisa membaik.
Kelas MPASI Basic dari Papatalks punya materi khusus mengatasi GTM dan feeding rules, bersama materi waktu MPASI, pantau pertumbuhan, menyimpan MPASI, porsi makan, dan naik tekstur.
FAQ
Apa penyebab paling sering anak GTM?
Menurut penelitian multisenter IDAI, penyebab tersering adalah praktik pemberian makan yang kurang tepat atau tidak sesuai usia.
Bolehkah anak GTM diberi susu sebagai pengganti makan?
Sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan, karena justru membuat si Kecil kenyang dan semakin menolak makanan padat.
Bagaimana cara mengatasi GTM tanpa memaksa?
Berikan porsi sesuai, jauhkan gadget, buat suasana menyenangkan, batasi camilan, atur jadwal makan teratur, dan variasikan menu.
